Kontes melibatkanpromosi para fans di jejaring sosial seperti twitter,facebook,youtube, digg dll. http://ping.fm/KKp90
J-fleece mengadakan kontes promosi berdasarkan sistem poin yang diatur oleh sistem secara otomatis. http://ping.fm/ZwpUI

"LULUS"
Kata itu mungkin yang paling diinginkan pemerintah untuk diterima oleh semua murid SMA di Indonesia. Pemerintah begitu amat sangat menginginkan semua pelajar SMA murni lulus. Karena untuk mengejar ketinggalan standar pendidikan dari negeri tetangga, Malaysia.

Namun, apakah para pelajar tersebut mampu untuk menghadapi hal itu? Mungkin sebagian besar berkata "TIDAK", sisanya pun mungkin berkata "TIDAK TAHU". Pemerintah tak pernah peduli akan hal itu. Tak pernah bertanya apakah bisa benar-benar lulus dengan murni 100%. Tak pernah datang ke sekolah-sekolah untuk menanyakan keluhan para pelajar tentang "ketakutan" menghadapi UAN.


Bayangkan saja! Belajar selama 3 tahun, hanya ditentukan dalam waktu 5 hari saja. Pun tak ada pengulangan ujian jika tak lulus. Mampukah? Tak semuanya mampu.
Pemerintah boleh bangga dengan kelulusan UAN para pelajar SMA pada tahun-tahun sebelumnya. Tapi, apakah pemerintah pernah berpikir bagaimana pelajar-pelajar tersebut bisa lulus dengan mudahnya? Hampir sebagian besar peserta UAN menghalalkan segala cara untuk bisa lulus UAN. Termasuk membeli soal bocoran UAN dengan harga yang tergolong sangat mahal bagi para pelajar.



Setiap tahunnya pemerintah menaikan nilai standar kelulusan UAN. Dari yang awalnya 3,5, hingga sekarang mencapai 5,5.
Mungkin benar apa yang telah dikatakan temanku, sebut saja namanya Sugie. Menurutnya, semua itu hanya tuntutan "formalitas" dan "keegoisan" pemerintah untuk membanggakan keberhasilan memimpinnya kepada negeri-negeri tetangga. Tak terpikir olehnya bahwa semua itu hanya menambah beban para pelajar.
Bagaimana jika diantara pelajar tersebut ada yang tak lulus, lalu mengikuti program Paket C dan mendapat ijazah Paket C, tapi tak ada universitas yang mau menerima dengan ijazah tersebut, juga tak ada yang mau menerima lowongan kerja? Apakah pemerintah memberikan tampungan agar mereka bisa berkuliah dan bekerja?
Tak mungkin?! Dari dulu sampai sekarang pemerintah tak pernah melakukan hal itu. Sehingga program tersebut hanya merugikan peserta UAN yang tak lulus.

Coba kita pikirkan lagi? Apakah semua yang dilakukan pemerintah tersebut bisa menjadi sangat efektif untuk menambah kualitas pendidikan Indonesia?
Mungkin hal tersebut hanya bisa diterima oleh sebagian kecil orang Indonesia, yang tak perduli pada masa depan diri mereka sendiri juga negeri ini.
Semua hanya bisa terus berjuang mati-matian untuk menghadapi UAN tersebut. Namun, kita tak perlu berkecil hati hanya karena hal tersebut. Teruslah berjuang agar bisa menjadi yang lebih baik untuk hari depan.


Teman, Ia datang dan pergi... Namun sahabat, Ia datang dan tak 'kan pernah pergi. Meski pun Ia tak ada lagi, Ia tetap ada di hati. Seperti apa pun Ia, Ia tetap seseorang yang tak 'kan terlupa. Seseorang yang membuatmu bahagia, membuat hidupmu lebih gemerlang dan terlihat bersinar cerah. Dan tanpanya seseorang tak 'kan bisa hidup tenang, meski pun orang itu terlihat ceria dan selalu tersenyum, senyum itu hanyalah senyum palsu yang menyembunyikan kehampa-an hidup tanpa seorang sahabat.

Sahabat adalah orang yang pertama kali kau pikirkan ketika kau bangun dari tidur lelapmu, mereka adalah orang selalu teringat olehmu kapan pun, di mana pun kau berada, dalam kondisi apa pun kamu, dan sebesar apa pun masalah yang kau miliki. Ia adalah seorang yang jika kau di sampingnya kau akan merasa aman, meski pun kau tahu sahabatmu kurang mampu untuk melindungimu, namun kau percaya Ia akan berusaha melindungimu.

Jika ada yang menyatakan padamu tentang keburukan sahabatmu, meskipun benar atau salah adanya, kau akan merasa kalau kau bukanlah dirimu yang seperti sebelumnya, kau 'kan sangat merasa terhina. Namun, janganlah biarkan itu. Hentikan semuanya...
Katakanlah, "Itu semua tidak benar! Kenapa kau katakan keburukannya padaku?! Dia temanku! Dia orang terhebat, berharga, dan terindah. Lebih dari apa pun yang ada!"



Semua orang pasti mempunyai seorang sahabat, begitu juga denganku. Ia adalah seorang gadis manis yang namanya berinisialkan huruf "S", aku memanggilnya dengan "Kaede-chan" atau kadang dengan "Kae-chan". Aku mengenalnya semenjak aku berumur 9 tahun. Ya, Ia-lah teman sejak kecilku.

Ia-lah bintang di taman langitku yang menerangi kekelamanku. Ia-lah bintang yang tertawa, menangis, dan selalu menerangi hidupku. Bintang yang tak pernah lelah bersinar untuk kesenanganku. Yang mau menerima apa adanya diriku. Namun, sekarang Ia tak seperti yang dulu lagi. Tak lagi ada cahaya yang timbul dikegelapan taman langitku. Apakah Ia telah berubah? Ataukah hanya perasaanku saja? Entahlah...
Namun jika memang benar Ia berubah, kuharap Ia akan kembali lagi menjadi bintang terang di taman langitku. Semoga...
Huh... Hari nie kek na hari yg lbih seru dr hari s'blom na bagi Dunet KalSel (mksud na kmi gtu...).
COz, kmi smua d'antar jln2 k STO 1 Telkom bwt d'kasie liat kabel2 jalur Speedy yg super duper byk... Smpe pusink aq ng'liat na... N tmbh lg d sna DINGIN BGT'Z, mna q g pke jaket lg... huhu...

S'pnjang p'jln-an k STO, d mobil smpet2 na bkin film dokumentasi... Yg para tokoh film na pd gila2 smua... Dgn Cameraman na sie Ismi-chan n Pandu-kun... Tp, beda lokasi (beda mobil mksud na)...


Hmmm... Tw g? Pdhal d sna d'larank brisik lho... Tp, krna yg nama2 na nak muda ntu k'lewat cerewet, jd na d'sna yaw jd rame bgt... Smpet d'tegur brapa kali jg masie te2p az rame... wkwkwkwk....
Aneh sie, tp rame... hehe...


Sebelum na mf yaw... Post kali nie melenceng jauh ma judul Blog q... Soal na nie tugas dr guru2 d Telkom... he...

Hari nie, kmbali kmi smua d'kasie p'bekal-an d GSG Telkom Nagasari... Dr jam 8 pagi smua na dah ngmpul d sna.. Namun, cma aq yg blom ad dr jm 8 smpe 11.30... huhu... Krna nunggu-in ujan yg g reda2, n baru reda jm kurang lbih jm 11.15...

Hri ni "mereka" d'kasie teori tntang p'buat-an kabel UTPLAN... (Np q sebut "mereka" az, coz saat d'kasie teori ntu q blom dtg, krna t'lmbat... Jd k'tinggal-an dee... huhu....) Jd, g enak dee ma tmn2... huhu... Mana d'ejek-in lg...


Tp, g pa2... Q masie bs nanya2 ma tmn2... ^_^
Lg-an jg masie bs ng'ikut-in materi brikut na.... Yaitu, TEKNIK PRESENTASI yg d'bimbing oleh Pak Aris Subekti.... hmmm...
Buat ap yaw... Mgkin buat buat pesantren Internet d skul2 yg 'kan kmi dtg-i n kmi yg presentasi nnti... hehe...

Yha, moga az smua materi yg d'kasie para guru2 bs m'jadi SGT BERGUNA... Amiiin.... ^_^


Seni menulis indah menggunakan kuas dan tinta hitam atau yang lebih dikenal dengan istilah kaligrafi sudah ada sejak beribu-ribu tahun yang lalu. Kaligrafi pertama kali dikembangkan di negeri China. Awalnya kaligrafi mengutamakan keindahan tulisan saja, namun lama-kelamaan mengarah ke sebuah seni. Seni ini lalu diperkenalkan di Jepang pada abad ke 17 bersamaan dengan penyebaran agama Budha dari India menuju Korea, China, dan Jepang, di mana kitab suci Budha sudah ditulis dengan kaligrafi China saat agama tersebut diperkenalkan di Jepang.

Kaligrafi di Jepang disebut shodo, yang berasal dari huruf kanji kaku (menulis) dan michi (cara). Meskipun shodo merupakan kebudayan yang cukup kuno, amun prang Jepang masih mempertahankan kebudayaan itu, terbukti hingga saat ini masih banyak orang yang tertarik untuk mempelajarinya, bahkan di sekolah-sekolah para murid (biasanya murid SD) diajarkan shodo.
Sekilas shodo tampak mudah dibuat, namun orang yang masih pemula akan langsung mengalami kesulitan saat mencobanya, karena banyaknya hal yang harus diperhatikan, mulai dari keseimbangan bentuk tulisan, tarikan garis, tebal-tipisnya garis, hingga irama tulisan.



Keindahan kaligrafi tentunya tidak terlepas dari peralatan yang digunakan. Ada 6 jenis peralatan utama yang biasanya digunakan untuk membuat kaligrafi Jepang. Yang pertama adalah shitajiki, berupa alas untuk menulis. Biasanya alas ini berbahan semacam kain flannel yang permukaannya lembut dan berwarna hitam. Kedua adalah bunchin atau pemberat kertas berbentuk balok yang terbuat dari besi. Peralatan lainnya yaitu kertas untuk menulis. Kertas yang digunakan bukan sembarang kertas, melainkan kertas yang tipis dan ringan, namun tahan lama dan dapat menyerap tinta. Kertas khusus ini dikenal dengan hashi, berupa kertas dengan dua permukaan berbeda, di mana sebelah permukaannya kasar, sedangakan permukaan sebaliknya halus. Bagian inilah yang dipakai saat menulis kaligrafi. Ukuran hanshi umumnya berkisar antara 24 x 32,5 hingga 26 x 35 cm. Selanjutnya adalah perlengkapan yang paling utama dalam pembuatan kaligrafi, yaitu kuas yang dinamakan fude. Ada berbagai macam bentuk fude, mulai dari kecil hingga besar. Fude ukuran besar biasanya digunakan untuk membuat tulisan, sedangkan yang kecil digunakan untuk membubuhkan tanda tangan si pembuat kaligrafi. Batang fude terbuat dari bambu atau kayu pohon, sedangkan bulunya terbuat dari bulu hewan, seperti domba, musang, rakun, rusa, bahkan ekor kuda. Bulu itu kemudian diikat dan ditempelkan pada batang fude. Rapi tidaknya ikatan bulu fude sangat mempengaruhi tekstur tulisan. Tidak hanya fude saja tetapi juga tinta yang dipakai juga mempengaruhi hasil tulisan. Tinta yang dipakai untuk seni kaligrafi bisa berupa tinta botolan, namun agar hasil tulisan lebih maksimal, biasanya digunakan sumi, berupa tinta yang dipadatkan. Cara mencairkan sumi sangatlah mudah, cukup dengan menambahkan air lalu menggosok-gosokannya dalam wadah besi yang disebut suzuri.












Sebelum menulis kaligraf, keenam perlengkapan itu ditata sesuai aturan. Hanshi diletakkan di atas shitajiki, kemudian di bagian atasnya beri pemberat bunchin agar tidak bergeser ataupun tertiup angin. Sedangkan suzuri yang sudah berisi tinta sumi diletakkan di sebelah kanan bersebelahan dengan fude. Kadang-kadang fude juga diletakkan di atas fudeoki, yang mirip seperti balok kecil untuk menyimpan sumpit.
Untuk menulis kaligrafi bahasa Jepang, hal pertama yang harus dikuasai tentunya tulisan Jepang, mengingat urutan penulisan huruf Jepang
tidak sama seperti menulis huruf alphabet. Hal ini sangat penting, karena kesalahan sekecil apapun akan tampak jelas pada hanshi. Selanjutnya adalah tata cara menggunakan fude. Cara memakai fude yang benar adalah menggenggam bagian tengahnya, dan saat mencoretkan tinta pada hanshi, fude diarahkan tegak lurus, pergelangan tangan dan siku tidak boleh menyentuh meja.